74 Anak Papua Dilepas Magang, Pemprov PBD Dorong Siap Masuk Dunia Kerja

346705 300kb

Redaksara.com, SORONG – Sebanyak 74 Orang Asli Papua (OAP) resmi dilepas untuk mengikuti program pemagangan tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM.

Pelepasan peserta pemagangan berlangsung di Hotel Ayla City, Kota Sorong, Senin (5/10/2026).

Program ini menjadi pelaksanaan pemagangan kedua pada tahun 2026 dengan melibatkan puluhan perusahaan sebagai mitra penempatan peserta selama kurang lebih tiga bulan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM Papua Barat Daya, Suroso, S.IP., MA, mengatakan sebanyak 74 peserta tersebut mengikuti pemagangan dalam tujuh kompetensi.

Ketujuh kompetensi itu meliputi security, teknik las, perhotelan, operator excavator, operator forklift, operator mobile crane, serta operator rigger atau juru ikat.

“Jumlah peserta magang sebanyak 74 orang dari berbagai macam bidang. Yang terbanyak memang dari satpam,” ujar Suroso.

Untuk peserta bidang security, kata Suroso, mereka merupakan hasil pelatihan Polda dan telah memiliki sertifikat Gada Pratama.

Para peserta selanjutnya ditempatkan di sejumlah perusahaan mitra, baik perusahaan BUMN, perbankan maupun perusahaan swasta dan lokal di Papua Barat Daya.

Suroso meminta seluruh peserta tidak menganggap program tersebut hanya sebagai kegiatan magang untuk memperoleh sertifikat.

Sebaliknya, peserta diminta menanamkan pola pikir bahwa selama tiga bulan berada di perusahaan, mereka benar-benar sedang bekerja.

“Jangan merasa magang, tetapi merasa bahwa adik-adik ini memang lagi bekerja,” tegasnya.

Menurut Suroso, pola pikir tersebut penting agar peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan membuka peluang untuk direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani pemagangan.

Ia menyebutkan, beberapa peserta program pemagangan tahun sebelumnya telah memiliki kecocokan dengan perusahaan tempat mereka magang dan akhirnya direkrut menjadi pekerja.

“Jangan hanya sekadar ikut program pemerintah. Harus dinyatakan bahwa ini saya akan bekerja, saya akan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari senior yang ada di sini,” katanya.

Selain keterampilan teknis, Suroso menekankan pentingnya disiplin dan etos kerja.

Menurutnya, dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang memiliki kompetensi, tetapi juga pekerja yang memiliki sikap disiplin, tanggung jawab dan kemauan untuk bekerja keras.

“Di dunia kerja selain kompetensi, keahlian dan lain-lain, disiplin itu menjadi kata kunci yang akan dicari,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti pemagangan dapat menjadi modal bagi peserta untuk mengakses lapangan kerja secara lebih luas.

Suroso juga mengungkapkan, program pemagangan tersebut dibiayai menggunakan sumber dana Otonomi Khusus (Otsus) dan seluruh peserta merupakan Orang Asli Papua.

Selain pemagangan, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM Papua Barat Daya juga tengah berkolaborasi dengan Pertamina untuk mencari talenta muda Papua yang berpotensi masuk dunia kerja.

Dari sekitar 200 orang yang mendaftar, tahap awal wawancara telah diikuti lebih dari 80 pelamar dan akan dilanjutkan dengan tahapan berikutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Papua Barat Daya Yakob Kareth mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal, khususnya OAP, harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Menurutnya, Papua Barat Daya memiliki potensi sumber daya alam dan ekonomi yang besar, mulai dari perdagangan, jasa, perikanan, pariwisata, konstruksi hingga berbagai sektor strategis lainnya.

Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan daya saing.

“Kita ingin agar generasi muda Papua Barat Daya tidak hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi di tanahnya sendiri, tetapi tampil sebagai pelaku utama, tenaga profesional, wirausahawan dan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan serta daya saing,” kata Yakob.

Ia menilai pemagangan menjadi jembatan penting bagi generasi muda OAP untuk memperoleh pengalaman kerja nyata sebelum memasuki dunia kerja.

Melalui program tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis, memahami budaya kerja, membangun kedisiplinan, tanggung jawab serta kemampuan bekerja sama.

Yakob juga mengingatkan peserta agar tidak mengikuti pemagangan hanya demi mendapatkan sertifikat.

“Jangan menganggap pemagangan hanya sebagai kegiatan sementara untuk memenuhi persyaratan atau memperoleh sertifikat semata-mata. Jadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan,” tegasnya.

Ia juga meminta perusahaan mitra memberikan ruang yang adil bagi tenaga kerja lokal, khususnya OAP, untuk belajar, berkembang dan menunjukkan kemampuan.

“Berikan pembimbingan yang baik, lingkungan kerja yang inklusif serta kesempatan yang adil berdasarkan potensi dan kinerja,” ujarnya.

Menurut Yakob, investasi terbaik untuk masa depan Papua Barat Daya adalah investasi pada manusia.

Karena itu, ia berharap peserta tidak berhenti sebagai pencari kerja, tetapi mampu berkembang menjadi tenaga profesional hingga menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Anak-anak Papua tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi di Papua Barat Daya,” katanya.

Yakob menambahkan, keberhasilan program pemagangan membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dunia industri, lembaga pelatihan dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap setelah tiga bulan menjalani pemagangan, para peserta benar-benar memiliki pengalaman dan kompetensi yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja.

“Harapannya, apa yang kita kerjakan hari ini dengan biaya yang cukup besar bisa terserap untuk bekerja,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *